TwitterRssFacebook
Submit a New Listing

JENIS-JENIS TRAINING SDM YANG BIASANYA PALING BANYAK DIBUTUHKAN OLEH PERUSAHAAN

JENIS-JENIS TRAINING SDM YANG BIASANYA PALING BANYAK DIBUTUHKAN OLEH PERUSAHAAN

Dalam internal perusahaan, memang banyak sekali asset yang harus dijaga dan dipelihara serta harus dikembangkan. Dan ternyata salah satunya mungkin adalah asset dari sektor Sumber Daya Manusia (SDM). SDM sudah sejak lama menjadi tolak ukur dan ketakutan terbesar dari setiap perusahaan, dikarenakan besarnya berbagai kebutuhan-kebutuhan akan SDM yang berkualitas telah menjadi prioritas utama dari semua perusahaan.

Untuk pihak pengelolaan internal perusahaan seperti HRD, seringkali menjadikan hal ini sebagai sebuah masalah yang besar dan seringkali memunculkan adanya spekulasi pertanyaan seperti  bagaimana dan apakah bisa apabila kita ingin mengembangkan SDM yang sudah lama kita miliki di perusahaan dengan serangkaian aktivitas-aktivitas training dan pelatihan?

6

Jawabannya adalah tentu saja bisa dan  umumnya hal ini akan memang menjadi sebuah dasar utama bagi pihak karyawan agar dapat lebih mengembangkan skill yang sudah dimilikinya serta agar dapat membantu dari pihak perusahaan untuk dapat mewujudkan visi-misinya sehingga semua karyawan akan dapat memiliki skill yang lebih mengarah terhadap tujuan visi tersebut.

Namun jenis training karyawan apa saja yang harus diketahui para HRD internal perusahaan? Dan apakah terdapat cara-cara tertentu agar dapat memaksimalkan pelatihan terhadap para karyawan demi lebih meningkatkan produktivitas kinerja mereka?

Berikut ini adalah 3 jenis training dan pelatihan karyawan yang biasanya paling banyak dibutuhkan oleh internal perusahaan.

1.    Skill & Creativity Training (Pelatihan Kemampuan dan Kratifitas).

Sesuai dengan namanya, skill & creativity training merupakan jenis training karyawan yang biasanya lebih dikhususkan dalam memberikan skill dan pengetahuan baru untuk para karyawan. Keahlian yang biasanya diajarkan dalam training adalah untuk para karyawan yang masih dianggap belum menguasai atau masih kurang nilainya dalam sebuah keahlian tertentu. Pada sela-sela training juga akan diselipkan training non formal berupa games atau case studies (studi kasus) agar mereka dapat menerapkan nilai-nilai berpikir kreatif mereka dengan baik. Jenis training ini memang sangat cocok untuk dilakukan bagi para karyawan yang berasal dari departemen yang lebih mengharuskan mereka untuk berpikir kreatif seperti tim desain, marketing, promosi, tingkatan supervisor, dan lain sebagainya. Namun tidak akan menutup kemungkinan bahwa juga akan diberikan kepada departemen lainnya. Semuanya masih bisa disesuaikan dengan segala kebutuhan-kebutuhan perusahaan.

2.    Retraining (Pelatihan Ulang).

Retraining atau pelatihan ulang merupakan training yang diberikan terhadap para karyawan secara berkala. Segala tuntutan teknologi dan berbagai perkembangan isu yang berhubungan langsung dengan perusahaan yang semakin berkembang. Karyawan akan semakin dituntut untuk maju dan mampu untuk menyesuaikan diri dalam berpikir serba inovatif akan segala pekerjaan-pekerjaan mereka. Buah dari hasil mereka nantinya akan dapat digunakan sebagai suatu solusi dan saran bagi kelangsungan proses kinerja perusahaan dimasa mendatang. Sebagai seorang HR, hal ini harus kita jadikan sebagai prioritas utama apabila memang retraining masih diperlukan bagi setiap karyawan.

3.    Cross Functional Training (Pelatihan Lintas Fungsional).

Cross functional adalah jenis training yang biasanya dilakukan dengan cara meminta karyawan untuk melakukan berbagai aktivitas pekerjaan-pekerjaan tertentu yang berada diluar bidang pekerjaan yang sebelumnya telah ditugaskan kepadanya. Cross training ini sebenarnya sangat bermanfaat bagi semua karyawan sehingga mereka akan mampu memahami bagaimana cara kerja dari organisasi perusahaan secara lebih luas. Dan tidak hanya lebih berfokus terhadap segala tugas-tugas kerjanya saja.

Salah satu contoh cross functional training adalah dengan meminta para staff bagian keuangan untuk membantu tugas para staff HRD dalam menyeleksi para karyawan baru. Ataupun juga bisa meminta para staff marketing untuk mau membantu tugas-tugas dari staff sales dalam hal penjualan. Hal ini biasanya sangat efektif untuk dilakukan bagi Anda yang memiliki karyawan dibawah 25 orang ataupun yang masih dalam lingkup lebih kecil lagi.

Dikarenakan kebutuhan SDM yang semakin lama semakin bertambah, sekarang bagaimana cara Anda sebagai seorang HRD start up untuk mencoba memaksimalkan sumber daya yang saat ini telah dimiliki?

Nah, sekian beberapa tips bagaimana dalam memberikan training dan pelatihan yang baik bagi karyawan Anda. Selain harus memberikan pelatihan, tentunya sebagai HRD, tentunya Anda lebih diwajibkan dalam memantau perkembangan kinerja dari para karyawan Anda, apakah mereka sudah semakin berkembang dengan baik atau tidak.

 

 

 

Groedu Inti Global Inovasi (Groedu Trainer Pengembangan SDM)
Cito Mall – Jl. A. Yani 288 (Bunderan Waru), Lantai UG, US 23, No. 3 & 5 Surabaya.

Hp : Frans : 0818521172 / 031-33311179
Office : 031-21100152
Fast Respon Email : groedu_inti@hotmail.com

Submit a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>