TwitterRssFacebook
Submit a New Listing

BAGAIMANA MENGATUR MANAJEMEN KINERJA BAGI SEORANG MANAJER? SIMAK PENJELASAN BERIKUT INI

BAGAIMANA MENGATUR MANAJEMEN KINERJA BAGI SEORANG MANAJER? SIMAK PENJELASAN BERIKUT INI

Kebanyakan dari para manajer dalam beberapa hal lebih sulit memberikan umpan balik kinerja yang jujur ​​terhadap bawahan. Dan banyak diantara para manajer tersebut bahkan tidak pernah sedikitpun memberikan umpan balik sama sekali.

Untungnya, kabar gembira bagi Anda para manajer, berikut ini merupakan cara dalam mengatasi masalah penilaian kinerja unpan-balik terhadap bawahan Anda. Bagi seorang manajer, kesuksesan terletak kepada pelaksanaan ide-ide sederhana yang akan mereka jalankan berikut ini.

  • Tentukan Seperti Apa Budaya Organisasi yang Ingin Anda Terapkan. yaitu bagaimana seharusnya perilaku yang lebih mengarah kepada kesuksesan bawahan Anda. Rekrutlah orang-orang yang menunjukkan perilaku tersebut dan pekerjakanlah orang-orang yang sudah sesuai dengan budaya organisasi A Mempekerjakan orang-orang yang tidak sesuai dengan budaya organisasi Anda hanya akan membuang waktu apabila manajer mencoba untuk “memperbaiki” perilaku mereka.
  • Perbarui Deskripsi Pekerjaan Organisasi Anda Secara Lebih Spesifik. Sebenarnya tidak ada ketidak sepakatan atas seperti apa kinerja yang baik di perusahaan A Manajer sangat perlu dalam menetapkan harapan karyawan yang terkait dengan prioritas organisasi. Hal ini akan jauh lebih mudah untuk mengukur seperti apa kinerja mereka dan dapat memberikan umpan balik atau tidak setelah Anda selesai dalam menetapkan tujuan dengan setiap karyawan dalam struktur organisasi Anda. Tanpa kekhususan tersebut, tanggung jawab sebenarnya terletak pada setiap manajer dalam menentukan apakah memuaskan atau tidak atas kinerja subyektif seorang karyawan Anda.
  • Melakukan Peninjauan Kinerja Karyawan Secara Rutin (Setidaknya 1 Bulan Sekali). Salah satu teknik yang baik adalah “Five by Five.” Bila menggunakan teknik ini, seorang manajer dapat mempersiapkan daftar dengan 4-6 tujuan kinerja karyawan untuk tahun ini, serta tujuan pengembangan skill karyawan. Di bawah tujuan-tujuan tersebut, berisi daftar lima kegiatan rencana kerja karyawan untuk bulan depan dalam mencapai tujuan tahunan. Pada saat pertemuan bulanan berikutnya, seorang karyawan akan dapat melaporkan setiap kemajuan-kemajuan kinerjanya pada sesi kegiatan tersebut. Kemudian karyawan akan mampu dalam menetapkan lima kegiatan untuk bulan berikutnya. Para manajer dapat memberikan umpan balik dan masukan untuk hal ini. Proses tersebut harus diulang secara berkala setiap
  • Pilihlah Proses Peninjauan yang Lebih Tepat dan Usahakan untuk Ment Jika tidak, hanya akan membuang-buang waktu setiap karyawan dengan perubahan yang tidak akan pernah dapat meningkatkan kinerja karyawan Anda. Hal itu terjadi karena manajemen kinerja bukanlah tentang bentuk melainkan tentang percakapan. Banyak dianara para manajer yang terus-menerus menilai rendah hasil kinerja yang buruk. Sistem Five by Five yaitu : sistem terstruktur dalam percakapan dan perencanaan target secara teratur dan tidak ada bentuk penilaian kinerja tahunan yang bisa membuat karyawan hanya melakukan kinerja optimal pada waktu dekat saja, terutama saat penilaian tahunan.Bahkan beberapa perusahaan telah meninggalkan review kinerja tahunan kemudian menerapkan sistem five by five.
  • Fokuskan Kepada Perilaku, Bukan Kepada Orang, Ketika Memberikan Umpan B Apa yang pada akhirnya Anda inginkan adalah perilaku yang menjadi lebih baik dan semakin berkurangnya perilaku buruk karyawan. Seorang manajer dapat belajar bagaimana caranya untuk memberikan umpan balik kinerja yang lebih tepat. Seperti memberikan pelatihan tambahan untuk para manajer. Berhasil atau tidaknnya dalam hal ini akan lebih mengarah langsung kepada peningkatan kinerja karyawan dan tentu saja berkembang ke dalam peningkatan kinerja keuangan perusahaan.

Segala sesuatu yang dapat menunjang munculnya kinerja yang baik dari karyawan adalah opportunity atau kesempatan. Termasuk di antaranya adalah fasilitas penunjang kerja, bisa juga lingkungan sosiokultural di tempat kerja. Sebagai contoh adalah : seorang desainer grafis membutuhkan komputer dengan spesifikasi khusus sehingga dia bisa berkarya dengan lebih optimal. selain peralatan yang menunjang tentu juga lingkungan sosial yang terbuka terhadap ide-ide dan kreativitas karyawan, bukan lingkungan yang malah menghambat munculnya ide-ide kreatif seorang karyawan.

 

 

CV. Groedu Inti Global Inovasi (Groedu Trainer Pengembangan SDM)
Cito Mall – Jl. A. Yani 288 (Bunderan Waru), Lantai UG, US 23, No. 3 & 5 Surabaya.

Telepon : 031-33311179
Hp : Frans : 0818521172 / Burhan : 088217561006
Fast Resopon Email : groedu_inti@hotmail.com

 

Sumber Utama : http://ilmuakuntans.blogspot.co.id/2015/04/manajemen-kinerja-yang-efektif.html

Submit a Comment

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>